Dilanjutkannya, kehadiran saat itu sekaligus upaya mengingat tatengger atau berdirinya tugu serta kesamaan nama dengan tempat tinggal mereka.
“Tanggal kehadiran kami sama persis dengan tanggal peresmian tugu ini. Tidak hanya itu, nama tugu dan tempat tinggal juga sama. Tugu Juang-45 dan jalan Taruna-45,” sebutnya.
Sedangkan Ketua PD JPRMI Labuhanbatu, Teguh mengatakan saat ini semuanya tidak lagi berjuang untuk meriah kemerdekaan, tetapi berjuang untuk mendidik anak-anak guna mengisi kemerdekaan itu sendiri.
“Tugas kita untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, mendidik generasi muda sekaligus melanjutkan harapan-harapan para pejuang kita terdahulu. Tugas kita menciptakan generasi yang bermanfaat dan tidak pernah melupakan jasa pahlawan,” ujarnya.
Sementara itu, Dina, selaku penjaga Tugu Juang-45 Lobusona mengapresiasi keperdulian masyarakat jalan Taruna-45 dan juga PD JPRMI. Dia berharap apa yang diberikan menjadi amal kebaikan untuk semuanya.
Kunjungan masyarakat tergabung di BKM Musala Baitul Ghufron Al-Mukhtari, remaja musala Taruna-45 serta PD JPRMI Labuhanbatu melakukan pembersihan sekitaran tugu bersama dengan penjaga serta menyerahkan 2 karung beras dan bahan makanan lainnya. (Hariri)




