Nusantara Netizen – Palembang
Demi untuk melakukan pencegahan Konflik SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dalam rangka Antisipasi Gangguan Kamtibmas perlu adanya peran serta kelompok masyarakat Paguyuban Wong Lugu gelar seminar.
Hal ini diungkapkan Penasehat Paguyuban Wong Lugu, M Rifai dalam seminar dengan tema Peran serta kelompok masyarakat dalam upaya pencegahan konflik SARA, Jumat (22/4).
“Dalam kesempatan ini saya memberitahukan bahwa untuk di Kabupaten OKI jumlah keanggotaan Paguyuban Wong Lugu ini berjumlah lebih kurang 10 ribu orang, sekretarian kami ada di wilayah Dabuk Rejo, Kabupaten OKI,” ujarnya.
Paguyuban Wong Lugu ini kebayakan berlatar belakang sehari-hari sebagai petani. “Kegiatan kami saat ini melakukan kegiatan sosial dalam bulan Ramadan ini kami membagikan kepada orang tidak mampu berupa paket sembako lebih kurang berjumlah 750 sembako yang akan dibagikan di 6 kecamatan dan satu kecamatan ada di kabupaten OKU Timur,” katanya.
Dalam Paguyuban Wong Lugu ini ada bermacam-macam suku dan agama yaitu suku Komring, Batak, Padang, Jawa, Bali dan bermacam agama, Wong Lugu ini juga dianggotakan 20 Kepala Desa yang ada di Kabupaten OKI.




