NUSNET.ID – Trauma berat dirasakan seorang gadis berusia 14 tahun setelah menjadi korban penculikan dan rudapaksa. Mirisnya, penderitaan Mawar (nama samaran) tak berhenti di sana, ia kemudian dijual oleh para pelaku yang berjumlah 20 orang lewat aplikasi MiChat.
Kabar miris tersebut diketahui setelah peristiwa pilu itu disampaikan oleh pengguna Instagram dengan nama akun @alvianakmal, Selasa (28/12/2021).
Pemilik akun mengunggah beberapa foto yang berisi kronologis, foto terduga pelaku hingga surat Laporan Polisi di Polrestabes Bandung tertanggal 23 Desember 2021.
Dari keterangan gambar yang diunggah, @alvianakmal menulis jika ayah korban bekerja dengannya.
Ia kemudian mengetahui jika pekerjanya mendapat musibah yaitu anak perempuannya yang baru berusia 14 tahun menjadi korban penculikan.
Menurutnya, korban diculik di dekat rumahnya kemudian diperkosa dan disiksa oleh pelaku yang diduga berjumlah 20 orang.
Setelah diperkosa, korban dipukuli lalu diancam akan dibunuh. Para pelaku lalu menjual korban di aplikasi kencan MiChat.
“Dari Polres Tanggal 23 Minta ayah korban dateng lagi Hari Senin 27 Desember 2021, Pada saat sudah datang Hanya Mengatakan Bahwa di @polrestabesbandung Tidak Ada anggota, Dan Diundur Tanggal 28 Desember.”
“KONDISI KORBAN SAAT INI MASIH SANGAT TRAUMA, TRIAK” KETAKUTAN dan TERUS MENANGIS,” tulis @alvianakmal.
Polisi Tangkap Tiga Pelaku
Polrestabes Bandung menangkap tiga pelaku pemerkosaan hingga memperjualbelikan anak berusia 14 tahun di Kota Bandung, Jawa Barat.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan tiga pelaku itu berinisial D, U, dan S. Tiga tersangka itu di antaranya merupakan satu perempuan dan dua laki-laki.
“Jadi langsung pada saat itu kami BAP tersangkanya, dan kami lakukan penahanan tiga tersangka tersebut,” kata Aswin, melansir Suara Jabar, Senin (3/2/2022).
Kronologi
Kasus itu bermula dari hilangnya seorang anak perempuan berusia 14 tahun pada pertengahan Desember 2021. Orangtua korban pun telah melaporkan soal kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian.
Sepekan setelahnya, orangtua korban menemukan anaknya dari informasi di media sosial. Selanjutnya pihak kepolisian langsung melakukan proses hukum.
Kasus itu pun kemudian beredar di media sosial dengan narasi dan foto-foto terduga para pelaku. Dalam unggahan di media sosial itu, korban disebut diperkosa, diperjualbelikan ke puluhan orang melalui aplikasi perpesanan, dan juga dianiaya oleh para pelaku.
Aswin memastikan bakal memburu semua pelaku yang terlibat kasus asusila tersebut. Menurutnya korban kini telah didampingi oleh psikolog guna meminimalisir trauma yang dialami.
“Masih banyak yang akan kami tangkap hari ini, sejak kemarin, dan ke depannya, mohon doanya untuk tertangkap semuanya,” ujar Aswin. (Antara)
Gas Pool”Satnarkoba Temukan ‘Segudang’ Narkoba di Lapas “
Labuhanbatu, Nusnet.news- Satnarkoba Polres Labuhanbatu menemukan berbagai barang bukti narkoba di luar maupun dalam Rumah Tahanan (Rutan) Lembaga Permasyarakatan (Lapas)...
Read more




