Sumsel,Nusnet.news- Kontestasi pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) eksekutif maupun legislatif di Indonesia akan kembali digelar pada tahun 2024. Momen krusial ini, akan menjadi kesempatan yang istimewa dalam mewujudkan kualitas demokrasi yang semakin baik sehingga mendapatkan hasil positif yang berdampak dalam lima tahun kedepan bagi bangsa dan negara.
Keikutsertaan para pemilih muda akan mendominasi pada pemilu mendatang sekitar 60 persen dari total pemilih di Indonesia dan berpotensi menjadi penentu kemenangan dari kontestasi politik pada tahun 2024. Meskipun begitu, angka mayoritas tersebut akan menjadi masalah jika pemilih muda tidak peduli tentang kesadaran politik atau tidak mengetahui betapa pentingnya suara mereka.
Sayangnya di era digitalisasi saat ini anak muda kerap kali melakukan aktivitas yang jauh dari isu politik, bahkan cenderung memiliki sikap apatis terhadap minat kesadaran politik. Hal ini, seirama dengan hasil survei yang dikeluarkan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada tahun 2022, anak muda yang gemar dalam aktivitas politik menggunakan sosial media untuk menyampaikan pendapatnya hanya ada 17,7 persen dan 6 persen yang menyuarakan secara langsung atau tatap muka.




