Muara Enim,Nusnet.news- Empat Petulai Dangku,menuai protes dan penolakan dari penduduk yang Desa wilayah Kecamatan Empat Petulai Dangku yang bermukim di kawasan aliran Sungai itu.
Mirisnya meskipun Pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim, melalui hasil rapat dengan unsur masyarakat dan disepakati bahwa untuk saat ini kegiatan operasional pengangkutam batu bara tersebut harus di hentikan dahulu, namun pada kenyataannya warga masih melihat aktivitas lalu lalang kapal tongkang hilir mudik disungai Lematang.
‘Leo’ warga Desa Baturaja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, mengaku melihat sendiri tiga kapal tongkang melintas kehulu yang masih kosong saat dirinya sedang mancing di Sungai Lematang, pada Senin (30/05/2023) petang sekira pukul 16.00 WIB, dan pada malam nya sekira pukul 22.00 WIB.
“Aku jingok nian ado tigo tongkang kosong ke arah hulu, sore sekitar jam 4 an, trus malam jam 10 an, ado duo tongkang yang menepi di pinggir sungai, dak tau kenapo mereka menepi warga” ungkap Leo.
Hal ini membuat warga kian meradang, pasalnya pihak Perusahaan batu bara itu terkesan jelas tak menggubris keputusan rapat yang telah disepakati dalam Rapat Pembahasan, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Ir Yulius M.Si didampingi Junaidi SH MHum Kadishub serta dihadiri juga dari beberapa perwakilan OPD, Kabag di lingkup Pemkab, Para Kades di Muara Enim dan Perwakilan Management PT MPC sendiri pada Senin (30/05/2023).




