OKI, Nusantara Netizen.id- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus berupaya dan serius melalukan percepatan penurunan angka Stunting. Salah satu upayanya mendukung pelaksanaan Audit Kasus Stunting untuk menyukseskan program stunting sekaligus menyiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas dan berkualitas.
Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, HM Dja’far Shodiq dalam sambutannya menyampaikan semua pihak terkait harus bergerak searah dengan tujuan yang sama guna menyelesaikan permasalahan yang menimbulkan risiko stunting, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.
“1.806 personel yang tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk menekan angka stunting di Ogan Komering Ilir”, kata Wabup Shodiq.
Wabup Shodiq menyampaikan pekerjaan untuk akselerasi percepatan stunting memang bukan pekerjaan yang mudah namun punya tujuan yang mulia, yaitu menyiapkan generasi penerus kita yang sehat, cerdas dan berkualitas.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), H. M. Lubis, SKM., M. Kes dalam laporannya mengatakan audit kasus stunting melibatkan data medis (medical record) milik keluarga yang bersifat individu dan bersifat rahasia. Data juga tidak bisa disebar luaskan kepada publik secara leluasa karena mencakup nama lengkap dan alamat dari keluarga berisiko stunting.




