Nusantara Netizen- Oleh: Ok.Lubis, Jalur Sutra yang fenomenal itu dibesarkan oleh propaganda politik yang masif. Luar biasanya, para ahli waris sekaligus pemilik nama ikonik itu pun demikian bangga pada kisah nenek moyangnya.
Tidak dengan Jalur Rempah Kuno milik kita, Indonesia. Dia terpinggirkan. Jangankan dibicarakan dalam gairah, dia tak dilirik. Sejarah keberadaannya pun tak pernah diperjuangkan. Bahkan oleh para ahli warisnya sendiri.
Namun apapun itu, seperti sebuah monumen agung yang tak pernah berdiri, dia telah memberi nafas bagi peradaban dunia. Dunia tak akan pernah sama tanpa kehadirannya.
Tanpa jalur rempah kuno itu mustahil kisah megah tentang Ratu Seyba yang menyumbang rempah-rempah dan hingga banyak kayu cendana pada Raja Salomon pada abad 9 SM bisa terjadi.
Tanpa jalur itu pula, mustahil bagi Firaun untuk mendapatkan layanan eksklusif bagi pengawetan jenazahnya.
Rempah-rempah punya cerita itu. Tanpa jalur rempah kuno itu, mustahil bagi banyak bangsa Eropa melayari rute yang masih gelap dan tak pasti. Dan saat rute itu terpetakan, Eropa pun berubah drastis. Serta merta, dunia pun terhubung seolah tanpa sekat. Dan itu mustahil dapat terjadi tanpa sebab rempah-rempah. Rempah-rempah sebagai komoditas luar biasa berharga itu konon telah menjadi sebab bagi lahirnya banyak negara kaya di Eropa namun sekaligus bermakna derita besar bagi negara di mana rempah itu berasal.




