Lebih dari 350 tahun dan terus saling bergantian, bangsa-bangsa barat itu seperti tak mengenal makna kata lelah saat menghisap kekayaan negeri ini.
Eksotis aroma kapulaga, kayu manis, cengkih hingga pala yang samasekali tak pernah mereka bayangkan ada, konon telah merubah makna sebuah maksud dari citarasa. Paradigma “taste” tiba-tiba mendapat pencerahan dan budaya rasa tak lagi sama dengan kemarin.
Itu baru dalam makanan, dalam dunia pengobatan pun perubahan besar terjadi. Dan rempah memang adalah TSK di balik itu semua.
Lantas, pantaskah kisah besar itu tak juga memantik rasa ingin kita untuk mencari siapa kita dulu pernah?
Bila gelap kisah besar itu seolah sengaja dibuat, kita memang tertatih saat mencari di mana petunjuk itu pernah ada. Saat kita tak mengerti harus mulai dari mana karena semua petunjuk seolah sengaja ditutup, kita pun menjadi gamang serta ragu.
Dan lantas tanya pun menyeruak : benarkah kita bangsa besar itu?
Inilah sekelumit kisah rempah kita masa kini :
“Apapun terkait rempah, saya siap bersaing. Kalau kalian ragu dan tetap butuh merek dengan nama Beijing, USA, Rusia misalnya, saya buatkan, tapi kalian yang jual.




