Nusantara Netizen – Lhokseumawe
Ketua Lembaga Adat Makmue Berusare Energi Samudra Pase (AMBESP) Mahmuddin yang biasa disapa Din Pang Teungoh sangat merasa kecewa dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE NSO) yang melakukan pengeboran lepas pantai di Aceh tapi terkesan tidak menghargai orang pribumi Aceh, Rabu (01/06/2022).
Dia mengatakan, Rig pengeboran lepas pantai yang dikelola PHE NSO itu seharusnya lebih banyak merekrut tenaga tenaga kerja lokal, dimana ketahui di Aceh juga masih banyak sekali pengangguran yang masih mencari lowongan kerja.
“Seharusnya perusahaan perusahaan yang masuk ke Aceh menghormati orang orang pribumi asal Aceh, info masuk ke kami lebih banyak orang luar Aceh yang bekerja di Rig pengeboran tersebut ketimbang orang pribumi kita, bahkan yang bekerja sebagai tukang las saja didatangkan dari luar apakah di Aceh tidak ada tukang las,” ungkap Mahmuddin kepada media.
Tamba Din Pang , dirinya berharap kepada DPRK Kota Lhokseumawe dan wali kota Lhokseumawe dan juga para dinas terkait untuk memanggil pimpinan perusahaan tersebut untuk duduk bersama dan membahas terkait rekrutmen tenaga kerja, karena menimbang masih ramai sekali orang pribumi yang tidak ada kerja dan masih mencari cari lowongan kerja.




