“Saya berharap untuk kedepan jangan sampai kita ketinggalan, DPRK, Wali Kota, Juga Dinas Terkait seharusnya duduk bersama pimpinan perusahaan yang akan masuk ke Aceh demi membahas terkait tenaga kerja supaya tenaga kerja lokal diprioritaskan terlebih dahulu, jangan sampai orang pribumi di abaikan,” kata Din pang.
“Kita rakyat Aceh berhak bersuara hasil bumi kita dikuras terus, tapi untuk Aceh apa yang kita dapat, Sama sekali tidak seperti yang kita harapkan,” ujar pria kelahiran gampong Keulile itu.
“Soal lowongan kerja di perusahaan di Aceh sering terjadi seperti kata pepatah dulu, “Buya krueng Teudong Dong Buya Tamong Meuraseki, (Orang Pribumi Cuma Lihat-Lihat, orang Luar Langsung Dapat),”
Anggota DPRK Lhokseumawe Azhari T yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan bahwa masih banyak masyarakat Aceh yang mengadu ke DPRK dalam persoalan ini, Ini akibat kurangnya koordinasi.
Menurutnya, jika hal ini terus menerus terjadi di Aceh kita hanya jadi penonton di negeri sendiri. (Pewarta : Hendra)




