Ia juga menambahkan Orangtua inginkan anak masuk ke universitas untuk meraih gelar sarjana dan mengharapkan gelar sarjana tersebut melainkan tuntutan zaman, dimana setelah selesai pendidikan di tingkat S1 untuk memperoleh pekerjaan yang baik harus minimal memiliki gelar sarjana.
Keinginan orangtua tersebut seakan terbentur dengan situasi pendidikan yang ada kampus universitas di kota Medan, maupun kampus universitas kota Jakarta dimana biaya pendidikan itu mahal dan tidak dapat terjangkau semua pihak masyarakat kalangan menengah kebawah oleh sebab itu dengan berdirinya kampus universitas simalungun tahun 1965 merupakan kerinduan setiap orangtua agar bisa sekolah anak-anaknya di perguruan tinggi tersebut. Ujarnya
di kota Siantar juga mempunyai banyak universitas yang lainnya namun letak kampus universitas Simalungun sangat trategis dan lahannya luas bahkan ada 5 fakultas, ada juga tingkat Pascasarjana (S2) berbagai jurusan lainnya. Ujarnya
Kampus usi telah tamatkan ribuan mahasiswa setiap tahunnya sebuah potensi besar untuk melakukan sebuah perubahan kearah yang lebih baik apabila pemerintah Daerah kota Siantar dan maupun kabupaten Simalungun mampu memaksimalkan potensi tersebut. Ujarnya (s.hadi/red)




