Sebelumnya, Bupati Labuhanbatu dalam presentasi di hadapan para dewan juri memaparkan, Program Gema Sahabat adalah program yang tumbuh dari realitas dan topografi dan budaya Kabupaten Labuhanbatu. Kepekaan akan risiko alam dan kesadaran akan pentingnya perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak, mendorong lahirnya program kemanusiaan yang berakar pada nilai budaya lokal.
Program ini telah diimplementasikan saat membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, dengan cara melakukan mobilisasi budaya dan kemitraan dengan melibatkan komunitas etnis melalui pendekatan budaya inklusif untuk menumbuhkan empati, memobilisasi donasi dari pemerintah swasta dan kelompok budaya.
Praktek lainnya berupa aksi kemanusiaan berbasis budaya, yakni melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana dan menawarkan pemulihan trauma healing pada anak melalui seni dan permainan, serta pendistribusian perlengkapan sekolah dan kebutuhan dasar.
“Mendokumentasikan semua kegiatan dengan foto dan video untuk akuntabilitas. Bekerjasama dengan media untuk berbagi narasi kemanusiaan yang inspiratif,” papar Maya Hasmita dalam presentasi yang berlangsung Jumat, 9 Januari 2026.




