“Akses jalan di beberapa wilayah terputus. Dalam hal ini Negara tidak boleh terkesan ragu atau menunggu tekanan publik terlebih dahulu,” sebut Tommy.
Terlebih, sambung Tommy yang terjun langsung ke lokasi bencana pada H+2 peristiwa itu, bencana kali ini dinilainya membawa dampak serius terhadap kesehatan mental masyarakat.
Dia menilai kondisi psikologis para korban juga tidak kalah serius. Sebab, traumatik dari bertarung nyawa dan kehilangan harta benda sangat memengaruhi kondisi jiwa para korban.
Banyak warga kehilangan anggota keluarga, rumah, lahan pertanian, ternak, hingga sumber mata pencarian.
Situasi tersebut, lanjut dia, memunculkan tekanan mental ekstrem yang berpotensi berkembang menjadi gangguan psikologis jangka panjang.
Maka, menurut Tomi kehadirannya pemerintah perlu menangani masalah pasca bencana dengan dukungan profesional.
Khususnya menetapkan status bencana nasional, agar dukungan tenaga-tenaga profesional nasional dan internasional dapat mengatasinya.
“Ini untuk kemanusiaan, apalagi kabupaten dan kota minim anggaran dikarenakan pengurangan. Maka, layak hari ini jika pusat berperan agar perubahan semua sisi segera terwujud,” pinta Tommy lagi.




