Ditulis media sebutnya, Martini anggota DPRA dari fraksi Nasdem yang juga warga Perureulak itu menyampaikan bahwa banyak pasangan muda kesulitan menikah karena mahar yang kini mencapai lebih dari Rp 7 juta dan mendekati Rp 8 juta. Ia menegaskan, aspirasi ini ia sampaikan atas nama masyarakat, sebutnya.
Lanjutnya, usulan anggota DPRA ini sudah lebih dahulu diprogramkan oleh walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE yaitu program nikah gratis, program ini juga membantu subsidi mahar bagi pemuda yang tidak mampu menyediakan mahar, sebutnya.
Karena program walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE baik maka timbul inspirasi anggota DPRA Martini mengusulkan kepada pemerintah Aceh untuk menyediakan program subsidi mahar bagi para pemuda yang ingin menikah.
“Jika dibaca ulang program walikota dan wakil walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE dan Muhammad Haikal Alfisyahrin ST, ada 22 program itu semua bisa menjadi inspirasi para pemimpin di Aceh, namun gaya penyampaiannya berbeda, contohnya itu tadi, usulan subsidi mahar, kan sama dengan program nikah gratis, nikah gratis juga dibantu mahar sesuai dengan kemampuan daerah Kota Langsa,” ucapnya.(Obama)




