“Kami butuh dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Jika melihat atau mengalami tindakan premanisme, segera laporkan. Jangan takut. Identitas pelapor akan kami rahasiakan,” ujarnya.
AKBP Muliadi juga memastikan bahwa penindakan terhadap premanisme bukan hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif. Dirinya telah menginstruksikan jajaran untuk rutin menggelar patroli dan razia di titik-titik rawan serta menjalin sinergi dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa guna menjaga kondusivitas keamanan.
Premanisme harus dihentikan. Ini bukan sekadar operasi penegakan hukum, tapi juga upaya memulihkan rasa aman masyarakat dan memastikan negara hadir di setiap lini kehidupan warga, pungkasnya. (Jon)




