Oknum pemilik akun, yang diduga bernama Riadi Nenggolan, tengah dilaporkan ke Mapolres Tanjungbalai. Namun, wartawan tidak tinggal diam. Dengan komando dari Syafrizal Manurung, massa jurnalis mendatangi Kantor Pemko untuk mendesak Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara, agar mencopot Yustina Klara dari jabatannya.
“Kami minta ketegasan dari Wali Kota. Ini bukan hanya soal ancaman terhadap satu wartawan, tapi pelecehan terhadap seluruh profesi jurnalis,” ujar Syafrizal dengan nada tegas dalam orasinya.
Massa aksi diterima langsung oleh Wali Kota Mahyaruddin Salim Batubara yang menyampaikan akan menindaklanjuti laporan dan tuntutan para wartawan secara serius. Ia menyatakan bahwa pemerintah kota tidak akan mentolerir tindakan intimidatif terhadap insan pers.
“Saya berkomitmen menjaga kebebasan pers dan akan mendalami semua laporan yang masuk. Jika terbukti, akan ada sanksi tegas,” ujar Mahyaruddin di hadapan para wartawan.
Aksi ini menjadi peringatan keras bagi pejabat publik agar tidak bermain-main dengan integritas jurnalisme dan kebebasan berpendapat di era demokrasi.(Ilham)




