Sementara itu, Kabid Pembinaan SDM, Kelembagaan, dan Teknologi Informasi Perpustakaan Labuhanbatu, Faoma Dachi, yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) ketika dikonfirmasi perihal tersebut pada Selasa (21/1) kemarin, Faoma mengajak untuk bertemu langsung.
“Maaf dek, Utk menjelaskan ini. Enak nya ketemu. Nanti ibu kabari ya, karena ibu hari ini ke Bilah Hilir, besok rencana ibu ke Ajamu, kalau jadi, kalau gak jadi nanti ibu kontak ulang ya ndi, assalamualaikum,” balasnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Pada hari Kamis 26/1/2025, Faoma memberikan keterangan bahwa benar ada buku Tere Liye yang tampil pada spot baca dan tidak terkoreksi oleh pihaknya, namun perusahaan pihak ketiga sudah berkoordinasi dengan pihak Tere Liye dan menghapus buku tersebut dari spot baca Dinas Perpustakaan Labuhanbatu.
” Sudah dikeluarkan dek, sudah lamanya itu, memang waktu itu terjadi mis informasi, namun sudah kita selesaikan, dan tidak ada lagi buku Tere Liye dalam aplikasi spot baca kita” ujar Faoma.(R2)




