Ini diduga akibat ketidaksiapan panitia, suasana dalam ruangan pun menjadi riuh, yang seharusnya tidak terjadi.
Ketidaksiapan KIP Bireuen dalam debat publik ini, semakin memperburuk citra lembaga yang seharusnya memiliki tugas menjaga kelancaran dan integritas seluruh proses pemilu.
Debat Publik adalah salah satu momen penting dalam Pilkada, yang seharusnya menjadi wadah transparansi bagi calon pemimpin untuk memaparkan ide dan kebijakan kepada masyarakat. Namun, jika acara seperti ini tidak bisa berjalan dengan baik, maka kepercayaan publik terhadap independensi dan kualitas pelaksanaan Pilkada akan semakin tergerus.
Salah seorang tamu undangan yang hadir langsung yaitu H Ruslan Daud kepada wartawan mengatakan, dirinya mengaku sangat kecewa kepada panitia debat publik, terutama Komisi Independen Pemilih (KIP) Bireuen yang dinilai tidak siap.
KIP atau panitia pelaksana juga tidak melakukan voting atau polling di medsos. Selain itu sinyal pun sangat jelek, jadi masyarakat banyak yang tidak dapat menonton. “Apakah ini disingaja oleh KIP,” tanya HRD kesal.




