“Pak Radiapoh menunjukkan keberpihakannya pada rakyat dengan tidak menandatangani perpanjangan HGU (Hak Guna Usaha) perkebunan sebelum perusahaan mengabulkan permintaan warga untuk tanah wakaf ini,” ungkap Ardi di hadapan media. Menurutnya, langkah RHS yang tegas ini menunjukkan komitmen beliau untuk memprioritaskan kebutuhan masyarakat, terutama bagi 1.700 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini siap memenangkan pasangan RHS-AZI.
Ardi menambahkan sebelumnya masyarakat kaum nasrani bingung karena tidak memiliki tanah wakaf dan harus membayar 5 s/d 7 juta setiap ada keluarga yang meninggal dunia. Lahan yang sempit juga membuat penggali kubur bingung saat membuat lubang kuburan.
Senada dengan Ardi, seorang anggota forum bernama Siagian yang turut berjuang dalam proses pengadaan tanah wakaf mengungkapkan kebanggaannya terhadap kepemimpinan RHS. Menurut Siagian, RHS adalah figur pemimpin yang mendengarkan dan memahami aspirasi warganya. Ia berharap agar RHS dapat segera menyerahkan surat tanah wakaf tersebut kepada Forum 13 STM ini.




