Fadhil Rahmi mampu membeli mobil sedan sendiri. Namun mobil itu ia relakan untuk dijadikan media belajar bagi mahasiswa Kairo terutama mahasiswa Aceh di Mesir. Melalui mobil Fadhil Rahmi, para mahasiswa bergantian belajar mengemudi dan berhenti saat kehabisan bensin.
Ia menuturkan, kala itu Fadhil Rahmi tidak pernah merasa keberatan maupun marah pada teman-temannya. “Tidak ada marah atau memaki karena mobilnya seperti odong-odong, bahkan beliau selalu siap mengisi BBM kembali dan digunakan oleh mahasiswa Kairo untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.
Ia mengingat kembali saat mobil tersebut akhirnya dijual dan hanya laku 20 ribu pound. Harga tersebut sangat jauh dari harga pasar saat itu. Namun Fadhil Rahmi dan teman-temannya hanya tertawa dan mengatakan bahwa harta itu hanya titipan saja. Luthfi mengatakan rumah Fadhil Rahmi di Kairo adalah surganya masyarakat Aceh untuk pulang, sebab di rumah tersebut selalu tersedia makanan gratis untuk siapa saja yang datang.
“Jadi kebaikan dan kepedulian beliau sudah diukir dari dulu, bukan sekedar pencitraan atau kemasan yang dibuat untuk pemilu saja,” ujarny. Disisi lain, Fadhil Rahmi adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, sportifitas dan sosok penyayang keluarga. Menurutnya Fadhil Rahmi memiliki sosok istri pendamping yang juga memiliki kasih sayang kepada sesama, yakni Doktor Sarina Aini.




