Dari beberapa tuntutan yang telah kami sampaikan sehingga kami membawakan Grand Isu: “Darurat Demokrasi, Kawal Putusan MK”. -ujar,Jira selaku Pimpinan Aksi AMSB
Orasi disambung didepan Pajak Horas, Andry Napitupulu mengajak Pedagang kaki lima, Juru Parkir, Ojek Online, Supir dan seluruh elemen pemuda dan mahasiswa se-kota Pematangsiantar untuk bergabung bersama-sama turun kejalan menyuarakan aspirasi demi menjaga NKRI kita tercinta ini karena negara sedang darurat dan rezim hari ini sangat mengerikan sehingga membuat masyarakat sengsara.-Ucap Koordinator Kelompok Mahasiswa Peduli Demokrasi
Ronald Panjaitan selaku Ketua GMNI menyampaikan bahwa pendapat di muka umum ini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap putusan MK, Kami juga mengecam keras pembahasan RUU Pilkada pasca putusan MK terbaru. Putusan MK bersifat final dan mengikat, maka unjuk rasa kami ini juga simbol perlawanan keras kepada pihak yang mencoba mengobok-obok konstitusi kita. -ujarnya dengan lantang suara.

Kami dari Kelompok Studi Pendidikan Merdeka menyatakan muak terhadap segala hal dan putusan yang telah terjadi pada pemerintah saat ini, terutama putusan MK yang sangat tidak dapat di tolerir sehingga dengan adanya gerakan ini kami berharap adanya perubahan yang lebih baik dan jika boleh kembali ke UUD 1945 yang asli. -Ujar Kanda Kordinator Lapangan KSPM




