Dari sisi jumlah penduduk miskin jelas Hani, penduduk miskin di Kabupaten OKI menurun sebanyak 8, 11 ribu jiwa dari 114, 48 di 2023 menjadi 106,37 jiwa pada 2024.

Hani berharap Pemkab OKI terus mampu menurunkan angka kemiskinan melalui beragam program yang sudah berjalan maupun yang masih dalam proses perencanaan dan pengembangan.
“Tentu, kami berharap Pemkab OKI terus berjuang menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program yang sudah dan yang akan dilaksanakan tahun ini ataupun tahun 2025 nanti,” ujar dia.
Pada kesempatan yang sama Penjabat (Pj) Bupati OKI, Asmar Wijaya menyatakan, penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrim yang mencapai 0,4 persen menjadi kali pertama sejak beberapa tahun terakhir.
“Capaian ini tidak lepas dari intervensi dalam bentuk program penanggulangan kemiskinan yang sama sama kita lakukan melalui program pengendalian inflasi, rehab rumah layak huni, sanitasi, termasuk cakupan layanan kesehatan semesta (UHC) membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran,” jelas Asmar.




