William juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak insiden ini terhadap investasi di Sumatera Selatan. “Beginilah brutalnya kalau berinvestasi di Sumsel, kita bicara apa adanya ini, diteror pakai senjata laras panjang. Ini fakta nyata masih jauh dari rasa aman,” keluhnya.
Konflik Lahan yang Berlarut-larut
Konflik lahan antara warga Desa Sungai Sodong dan PT SWA bukanlah hal baru. Warga telah berulang kali menyuarakan keberatan mereka terhadap aktivitas perusahaan yang dianggap merugikan hak-hak mereka atas tanah. Konflik ini bahkan telah dilaporkan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri.
Konflik lahan di Desa Sungai Sodong, OKI, kembali memanas dengan adanya aksi unjuk rasa warga yang menentang kegiatan replanting PT SWA. Dugaan penembakan yang dilaporkan perusahaan juga menambah kompleksitas masalah ini.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran terkait dugaan penembakan tersebut. Sementara itu, konflik lahan yang berlarut-larut ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak.(M.Tahan)




