Pada tahun 1976 masuk di Fakultas Dakwah, Jam’iyah ad-Dakwah Al-Islamiyah, Tripoli, Libya.
Dari Libya ke Sidney, dari Sydney ke Fiji Island, untuk mengajar dan menjadi guru, dan Head of Departement of Arabic and Islamic Studies di Ba Muslim College, Fiji Islands, South Pasific. Pulang ke Indonesia mengajar di IAIN Sumatera Utara dan berbagai Perguruan Tinggi. Tahun 1989 melanjutkan studi S2, dan S3 di Pasca Sarjana IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat. Selesai S3 tahun 1997.
Gelisah Melihat Gelar Akademik Palsu.
Masyarakat Indonesia sekarang, terutama kalangan orang kaya dan pejabat sedang dilanda demam gelar akademik.
Banyak muncul nama yang disertai dengan gelar MA.,MM.,MBA.,dan DR. secara”mendadak”. Sebelumnya yang empunya nama tidak dikenal sebagai orang yang menekuni pendidikan tinggi, tiba-tiba muncul namanya dengan berbagai macam gelar akademik bergengsi.
Padahal, pengalaman mengikuti pendidikan S2 saja bukanlah pekerjaan yang mudah. Bukan saja kebutuhan finansial yang relatif besar, juga membutuhkan kemampuan berpikir, ketersediaan waktu, dan suasana yang kondusif.




