Lama saya terdiam. Memang di hati saya adalah ilmu. Tapi, saya juga sudah mulai suka melihat perempuan dan keinginan sedikit cari uang. Melihat saya kebingungan, dia pun menegaskan,” Kalau mau uang, mulai saja berdagang atau berkebun dari sekarang.
Kalau mau perempuan, mengaji terganggu. Kalau mau ilmu, Atok siap mengajar mu.”Kalimat, mau ilmu” sebenarnya sudah di ujung lidah.
Tapi saya khawatir kalau kemudian, saya tidak mampu bertahan.
Akhirnya, saya ucapkan, “Tok saya mau ilmu.”
Begitu habis ucapan saya, langsung Dia mengangkat tangan berdoa. Sungguh panjang doanya isinya agar saya sehat, panjang umur, dibukakan pikiran saya menerima ilmu, dan menjadi ulama di masa mendatang.
Pelajaran yang dibaca adalah kitab tauhid, Kifayah al-‘Awwam, kita Syarah Matn al-Ajrumiyah, Mukhtasar Jiddan, dan terjemah Surat Yasin. Semua silabus ini tamat.Tok H.M. Arsyad Haitami benar-benar ikhlas mengajar. H. Ramli Abdul Wahid, dalam buku Anak Desa Tak Bertuan Jadi Profesor(CV. Manhaji 2014).
Alhamdulillah, doa Tok H.M. Arsyad Haitami sudah dikabulkan Allah.
Usai dari Ibtidaiyah, melanjutkan ke Tsanawiyah Sei Tulang Raso, serta Aliyah Perguruan Gubahan Islam di Tanjung Balai. Pada tahun 1975 melanjutkan ke IAIN Sumut, namun sebelum ujian semester 2 berangkat ke Mesir.




