Lanjut Ersa, salah satu cara menyelamatkan itu adalah dengan dilakukannya hal seperti sosialisasi pencegahan. Memang kesulitanya mana parameter nya, mungkin nanti dari hasil survey 2022 dan 2023 terkait kasus korupsi.
“Itulah tolak ukur dari berhasil nya kegiatan tersebut, makanya kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena ini yang paling dibutuhkan, kenapa saya katakan seperti itu, karena kita semua tahu seberat apapun hukuman itu, tidak membuat semua orang jerah,” jelas Ersa.
Selain itu, korupsi ini termasuk tindak pidana luar biasa sama dengan narkoba. Sekalipun di hukum mati tidak akan hilang makanya perlu melakukan pencegahan.
Pencegahan ada beberapa macam bisa sosialisasi sepeti ini, bisa melalui agama dan bisa melalui kedekatan keluarga. “Intinya adalah pencegahan secepat mungkin supaya jangan sampai terjerat hukum,” beber Ersa.
Jadi harapan saya, agar kiranya, kegiatan ini bisa berlangsung terus menerus dan sasarannya bisa lebih meluas lagi.
Hal ini, mungkin karena mendekati pilkada. Memang sasaran kita adalah pembekalan terhadap calon – calon wakil rakyat. (Darmawan)




