Kalau dilihat dari sejarahnya pada saat dalam masa konflik Aceh Wak Li menggantikan Abu Hendon sebagai Panglima TNA Wilayah Medan Deli.
Pada masa Komflik Aceh Wak Li sangat terkenal dikalangan GAM dan masyarakat Aceh, karena kemampuannya Memimpin Operasi operasi Angkatan Laut GAM, Juga sangat disegani oleh PerusahaannPerusahaan Kapal Nasional dan Internasiolan yang melintasi kawasan Wilayah Selat Malaka.
Sebelum diangkat sebagai Panglima TNA Wilayah Deli, Wak Li menjabat sebagai Panglima Operasi Wilayah Medan Deli (sekarang Wilayah Prov Sumut), sedangkan dalam struktur Perjuangan GAM Wilayah tersebut masuk dalam Negara Aceh, sebagaimana diceritakan oleh Anggota Pasukannya, Wak Li dalam berjuang sangat serius dan berhari hari mampu bertahan di laut hingga warna rambutnya memerah terkena sengatan matahari dan air laut.
Namun dalam Visi Politik Wak Li selalu memiliki pandangan yang ideal dan demokratis, hal mana menurutnya Aceh belum layak dipimpin oleh TNA. Karena itulah Wak Li selalu menjatuhkan pilihannya mendukung tokoh tokoh sipil yang dinilai sangat layak dan cerdas seperti Irwandi dan Muhammad Nazar, sekaligus tokoh sipil yg langsung ikut berjuang dan menerima resiko Konflik saat itu.




