Ironisnya, dalam konsentrasi seleksi calon perangkat Desa dimaksud, terendus adanya dugaan jual beli kunci jawaban yang berpotensi menjadi alat kecurangan terhadap peserta lainnya.
‘Seminggu lalu kita sudah lakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati dan DPRD. Kita minta proses seleksi segera di ulang, sebab, kita menduga ada kecurangan dengan bocornya kunci jawaban,” terang Aktivis Anti Korupsi Labuhanbatu, Edi Syahputra Ritonga.
Disamping itu, dengan hadirnya Kapolres baru, Edi sangat menyetujui persoalan ini menjadi tugas awal AKBP James Hasundungan Hutajulu, S.IK.,SH., MH.,M.IK, untuk dapat segera memanggil dan ‘memenggal’ para oknum- oknum pejabat yang dinilai telah salah dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Kami yakin bapak Kapolres sepakat masalah ini segera dituntaskan, agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan di khawatirkan berpotensi mengganggu kondusifitas menghadapi masuknya tahun Politik saat ini hingga 2024 mendatang,” bilang Edi.
Melihat animo masyarakat dan para pemerhati sosial terhadap situasi terkini di Labuhanbatu, penulis juga mencoba melirik bahwa masih rendahnya persentase keberadaan Polisi Humanis di wilayah hukum Polres setempat.




