Sementara Dekan FPIK Universitas Khairun Dr. Janib Ahmad menjelaskan bahwa ekosistem pesisir di Desa Soligi, terutama mangrove, saat ini memiliki potensi cadangan karbon biru yang sangat besar, yaitu sebagai penyerap serta penyimpan karbon alami yang kapasitasnya melebihi hutan tropis daratan. “Satu helai daun Mangrove, bisa menarik lima hingga tujuh kali emisi karbon biru. Artinya, 1 ha mangrove, dengan tutupan 40 persen, dapat menarik 1000 ton karbon biru. Jadi, dalam 20 ha mangrove, maka dapat menarik 20.000 ton karbon biru”, jelas Janib. (Adan pattisahusiwa).
Pemkab Labuhanbatu Dukung Penekanan Inflasi Daerah
Labuhanbatu, Nusnet.news- Pemerintah Kabupaten (Pemkab Labuhanbatu) dibawah pimpinan Bupati dr, Hj Maya Hasmita, Sp,OG, M.K.M, mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia...
Read more




