Direktur Kenavigasian, yang diwakili Kasubdit Penataan Alur dan Perlintasan Ison Hendrasto saat membuka acara FGD tersebut mengatakan seiring dengan perkembangan daerah, wilayah Sei Berombang saat ini telah menjadi pusat pertumbuhan produksi ikan dan memiliki potensi-potensi alam yang belum tergali sepenuhnya, contohnya buah khas daerah labuhan batu yaitu buah berombang yang potensinya sangat baik dibudidayakan sebagai upaya pelestarian alam dan untuk mendongkrak perekonomian warga.
“Untuk itu, maka guna menjamin kelancaran arus barang maupun penumpang di pelabuhan Sei Berombang, penataan alur-pelayaran sudah selayaknya dilaksanakan untuk segera ditetapkan agar memperoleh alur pelayaran yang ideal dan memenuhi berbagai aspek kepentingan keselamatan dan kelancaran bernavigasi serta melindungi kelestarian lingkungan maritim” kata Ison
Menurut Ison, berdasarkan Studi RIP, kapal terbesar yang masuk pelabuhan Sei Berombang yaitu kapal kayu dengan ukuran 80 GT panjang kapal 18.33 m, lebar 4.6 m dan draft 1.2 m. Sementara berdasarkan hasil survey, data teknis rencana alur pelayaran memiliki kedalaman bervariasi mulai dari 0.7 m s/d 1.7 m LWS.




