“Tahun 2021, terhitung Januari sampai dengan Desember, 1612 berkas yang disalurkan dan total anggaran Rp. 6.000.000.000,” sebutnya.
Menurutnya, tahun 2021 tercatat berkas yang telah disalurkan paling banyak. Namun, Tahun 2022 ini, berkas masuk menurun hingga menyisakan dana mencapai Rp. 313 Juta.
“Tujuan bantuan sosial tidak direncanakan ini pertama sekali untuk menghindari pihak keluarga terjerat dari rentenir untuk biaya pardu kipayah, dan untuk menutup biaya ikutan lainnya sehingga pihak keluarga tidak terbebani,” tutupnya.(Wiwin Hendra/Asmar Endi).




