Wempi menjelaskan, Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemdes bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga telah melakukan digitalisasi dalam aspek penguatan pengelolaan keuangan desa. Langkah tersebut disempurnakan dengan pembaruan penyesuaian kebutuhan kebijakan dan perkembangan teknologi informasi dalam penerapan serta pengembangan sistem keuangan desa (Siskeudes).
Dalam acara itu, Wempi mengajak berbagai pihak agar menjadikan momentum tersebut sebagai motivasi untuk lebih berkarya dalam menghasilkan berbagai kinerja dan inovasi. Dia juga mengimbau daerah agar tidak berpuas diri dan senantiasa melakukan kinerja terbaik. Caranya dengan menggali potensi yang dimiliki serta membangun kolaborasi bersama semua pihak.

“Apa yang Bapak/Ibu lakukan tidak hanya untuk kemajuan desa dan kelurahan saja. Namun lebih jauh lagi, hal ini akan menjadikan negara Indonesia tercinta ini menjadi unggul,” pungkasnya.
Adapun pada kegiatan tersebut juga digelar peluncuran aplikasi e-Prodeskel sebagai pengembangan aplikasi yang ada saat ini, serta aplikasi Siskeudes RIlis 2.0.5. Peluncuran aplikasi tersebut secara simbolis dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemdes Eko Prasetyanto Purnomo Putro beserta jajaran kepala daerah yang hadir, dan sejumlah pejabat dari Ditjen Bina Pemdes Kemendagri.(Rahmad).




