Dirinya juga memberikan nuansa nostalgia kepada seluruh pengurusnya, dengan memberikan nuansa seperti di pondok pesantren, yakni makan bersama secara berjamaah dengan menggunakan daun pisang sebagai alasnya, sekaligus untuk mengenang bahwa perjuangan santri saat menuntut ilmu begitu sederhana.
“Dari sinilah kekuatan santri dibentuk, hingga melahirkan tokoh-tokoh besar seperti KH. Hasyim Asy’ari yang menyerukan 22 Oktober 1946 menjadi momentum kebangkitan kaum santri dalam perjuangan mempertahankan proklamasi Kemerdekaan RI,” pungkasnya.(M.Tahan)




