Menurut Kepala Bappeda Aceh Selatan, Masrizal Karim, SE., M.Si., tren positif ini dapat diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain, pemberian bantuan tunai maupun pelaksanaan program pro rakyat lainnya terhadap masyarakat, yang efektif mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat di level bawah. Selanjutnya, peningkatan harga perdagangan besar untuk komoditas sawit, juga menggambarkan peningkatan pendapatan para petani sawit di pedesaan.
Adapun penurunan angka kemiskinan ekstrem merupakan salah satu fokus utama pemerintah, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi melalui arahannya dalam Rapat Terbatas Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan Tahun 2021 lalu, dan ditegaskan pula melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia berada pada angka 4 persen, dan Presiden Jokowi menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem ini bisa diturunkan hingga mencapai 0 persen pada tahun 2024, dengan dukungan dari seluruh kabupaten/kota.




