Selain persoalan mengenai aplikator, Herman Deru juga menyoroti persoalan yang kerap dialami pengemudi transportasi online saat tengah menjalankan profesinya tersebut.
Dimana, belakangan ini kerap terdengar adanya kasus penganiayaan yang dialami pengemudi transportasi online baik yang dilakukan penumpang maupun yang bukan penumpang.
“Saya minta kepada kepolisian untuk memberikan perhatian khusus kepada pengemudi ini agar mereka nyaman melakukan aktivitasnya,” terangnya.
Disisi lain, pada HUT ke 5 ADO tersebut, Herman Deru berharap agar dapat dijadikan sarana untuk introspeksi diri.
“Jadikan HUT ini sebagai tolak ukur baik mengenai apa yang telah dicapai, apa yang akan dilakukan dan yang sedang dilakukan. Perbaiki pelayanan kepada penumpang agar menjadi nyaman,” ujarnya.
Dia menilai, selama kurun waktu satu tahun ke belakang ini, telah banyak yang terah dicapai ADO Sumsel. Salah satunya yakni berhasil menghadirkan koperasi serba usaha untuk para anggotanya.
“Ini merupakan bentuk upaya ADO dalam mensejahterakan pengemudi. Kita harapkan, profesi pengemudi transportasi online ini tidak hanya menjadi pilihan terakhir, tapi bisa jadi profesi utama dengan penghasilan yang memadai,” tuturnya.




