Muncul jawaban yang kira- kira seperti ini, tapi kan, disetiap sekolah, kantor- kantor dinas, instansi TNI/Polri, foto Garuda Pancasila itu pasti ada dan terpajang gagah? Lagian, saat ini konsentrasinya bukan untuk mengetahui gambar dan menghafal isi Pancasila? tapi untuk memaknai dan itu sudah didapatkan di bangku sekolah.
Ini adalah pemikiran yang salah, seperti hal mendengar pendapat Ketua PWI Labuhanbatu, Rony Afrizal, SE, bahwa konsep Kampung Pancasila sebaiknya di gelorakan lebih cenderung terhadap remaja dan anak usia dini. Sebab, untuk memudahkan sosialisasi dan pemahaman yang lebih mendasar.
“Remaja dan anak usia dini adalah psikologis paling mudah untuk diberi pemahaman dasar Pancasila, rentang waktu muda ini diyakini sangat berpengaruh oleh asupan idiologi yang dibangun apalagi secara terus menerus. Tentunya akan pula berdampak pada implementasinya di kemudian hari,” sebutnya.
Kemudian, bagaimana satu wilayah bisa ditetapkan sebagai Kampung Pancasila?tentunya sebagai penetapan suatu kota atau Kelurahan maupun Desa sebagai Kampung Pancasila, dapat dilakukan survey terlebih dahulu dengan penelitian secara universal/menyeluruh.




