Selain di perairan Alue Seukee sebagai tempat memantau kegiatan masyarakat diperairan tersebut juga area ini berpotensi sebagai tempat ekowisata atau ekoturisme Bahari.
Dengan izin yang masih diproses oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh, kami sebagai Kelompok Tani Hutan (KTH) Bangka Bang Timoh Gampong Simpang Lhee berinisiatif menjadikan wilyah Hutan Lindung Mangrove yang terletak di perairan Alue Seukee sebagai tempat Wisata Bahari, tuturnya.
Adapun Program Ekowisata Bahari yang akan kami lakukan diantaranya adalah mengelolahan Produk produk jenis usaha yang berasal dari Hutan Mangrove itu sendiri seperti
- Wisata bahari
- Usaha pengolahan Terasi
- Usaha Madu yang bersumber dari Lebah Bakau
- Pengelolahan Bakso Ikan
- Jajanan kue dari buah Bakau
- Sirup dari buah bakau
Dan ini merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan, terang Saiful Anwar.
Semoga dengan kegiatan pengelolahan dan pelestarian lingkungan Hutan Mangrove yang berpotensi sebagai lokasi Eko Wisata Bahari , menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Aceh terutama Pemerintah Kota Langsa, pungkas Ketua KTH Bangka Bang Timoh Saiful Anwar. (Wartawan Wiwin Hendra.)




