Lebih jauh Rahmat Sandi menjelaskan, aksi dilakukan buntut dari aksi damai yang dilakukan di Kejari Muara Enim terkait indikasi korupsi.
“Jadi sewaktu kejadian, ada oknum premanisme yang mengacaukan aksi tersebut.
Tetapi saat kita lihat video di situ kita lihat ada seperti kode untuk membubarkan itu dari pihak oknum Kejari. Oknumnya diduga kasi Intel,” sebutnya.
“Kita datang ke sini melakukan aksi demo, agar tidak terjadi lagi di Sumsel. Kita ingin Kejati menindaklanjuti hal tersebut,” tambah Rahmat.
Setelah aksi, lanjut Rahmat, pihaknya akan beraudiensi dengan Polda Sumsel.
“Karena demokrasi penyampaian pendapat di Sumsel sudah dicederai banyaknya premanisme.
Ancaman kepada kita semua LSM, aktivis, wartawan dan mahasiswa untuk menjadi kontrol sosial yang selama ini sering diintimidasi premanisme,” tandasnya.
Masih dikatakan Rahmat, pihaknya akan membuat laporan di Polda Sumsel terkait aksi premanisme agar diberantas dan ditangkap.
“Kita akan membuat laporan di Polda. Laporannya adalah LP pengaduan. Tuntutannya untuk ditangkap premannya. Untuk di sini, kami minta Kejati agar Kasi intel Kejari Muara Enim dinonaktifkan,” tegasnya.




