Disebutkan M.Irzal, masalah KBPP adalah masalah yang mudah untuk diatasi salah satunya hanya dengan menandai ibu yang sedang hamil.
Melalui workshop ini harapan besar saya kiranya peserta KBPP dapat meningkat, ibu hamil, melahirkan dan balita stunting dapat berkurang. Harapnya.
Masih menurut Irzal, dari 33 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara cuma ada empat Kabupaten yang memperoleh bantuan dari jhpiego salah satunya Kabupaten Labuhanbatu , ini patut saudara syukuri dan manfaatkan agar program Kibbla KBPP dilabuhanbatu berjalan sukses sesuai yang kita harapkan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai, tutupnya.
Usai dibuka oleh Wakil Bupati, workshop diisi dengan materi oleh Kabid KB Dinas P2KB Labuhanbatu Hety Lumban Tobing dan Safrina Salim,SKM, M.Kes, direktur kesehatan reproduksi BKKBN Pusat terkait strategi KBPP dikabupaten Labuhanbatu dengan sasaran ibu hamil, pasca persalinan, menyusui dan pasca bortus.
Kemudian para peserta melakukan tanya jawab terkait kendala dilapangan yang selama ini dihadapi terkait susahnya masyarakat menerima program KB, disana peserta mendapatkan bimbingan dan arahan untuk jalan keluar permasalahan tersebut. (Rahmad)




