Di Indonesia sendiri penggunaan Internet oleh masyarakat 85 persen mereka mengaksesnya, sedangkan 32 persen menggunakan laptop, 14 persen menggunakan PC desktop, dan 13 persen memakai tablet.
“Untuk potensi menjelang Pemilu 2024 diprediksikan meningkat untuk pemberitaan hoax, isu sara dan hati speech. Untuk itu kita akan melakukan langkah antisipasi seperti melakukan sosialisasi,” tuturnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pembentukan kampung anti politik, uang, hoax, SARA, dan ujarnya kebencian. Selain itu pihaknya juga meminta KPU untuk mengatur mekanisme kampanye di medsos.
“Dalam hal antisipasij ini kita harus membentuk kader pengawas Pemilu partisipatif melalui SKPP sejak tahun 2018 lalu,” tutupnya. (Rhm)




