Dijelaskan Muthalib, Gebyar Cinta Al-Qur’an ialah wujud visi pemerintahan Bermutu yang diimplementasikan oleh dinas yang ia pimpin. Program tersebut, akunya, juga sejalan dengan Qanun Aceh yang mewajibkan setiap kegiatan/seleksi mewajibkan calon peserta untuk mampu dan dapat membaca Al-Qur’an.
“Kedepan, kita tidak mau ada masyarakat yang berijazah dari sekolah-sekolah di Aceh Tamiang tidak bisa baca Qur’an. Melalui program ini diharapkan mampu memasyarakatkan cinta Al-Qur’an dimulai dari SD sampai SLTA seluruh di wilayah Aceh Tamiang”, ucapnya.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kuala Simpang, Cut Suwarni, program ini dijalankan dengan membentuk komunitas yang diketuai oleh seorang mentor dengan android mentor berbasis Al-quran yang berlangsung selama 3 minggu dengan dibimbing seorang ustad.
“Setiap harinya kami melakukan tadarus dari jam 07.03 – 08.30. Dengan adanya program ini, insyaAllah kita mampu melahirkan generasi Al-Qur’an yang membanggakan yang selanjutnya membentuk sebuah karakter menjadikan anak yang berbudi berguna untuk nusa bangsa dan agama”, tutur Cut.




