Menurutnya penyebab kejadian yang menimpa keponakannya BT, Firman mengatakan berawal ketika pelaku mengirim cat Whatsapp yang terkesan kasar, sampai terjadi penganiayaan itu, kemudian korban divisum di RS Arroyan Timbangan KM 32, Inderalaya, kondisi korban BT sekarang masih terpukul.
“Harapan kami baik orang tua dan keluarga, jelas tidak terima, kami merasa tidak senang, dimana pelaku seumuran dengan korban, kami minta pelaku diproses atas perbuatan penganiayaan itu.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Regan Kusuma mengatakan, Perihal perkara penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami korban BT di Desa Meranjat Ulu, Kecamatan Inderalaya Selatan.
“Saya cek dulu ya, itu perkaranya sudah naik sidik, tinggal kami gelarkan kembali, untuk menangkap tersangka. SP2HP nanti kami kirimkan ke pihak korban,” tanggap Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir. (M. Tahan)




