Lanjutnya Ibnu, banyak debu yang beterbangan sebagai aktifitas truk berjalannya kencang yang mengangkut material tanah Proyek Jalan Tol, hingga ini sangat meresahkan bagi warga sekitar pada Lima Gampong tersebut. terutama gangguan dapat dihirup udara bagi anak bayi dan anak-anak umur 1-17 tahun termasuk lansia rentan penyakit disana, bisa terganggu pernapasan hingga terinfeksi Penyakit Asma dan Batuk Pilek.
“Bahkan ada masyarakat hampir setiap hari harus membersihkan rumah termasuk dapur mereka dari Debu, disebabkan akibat pekerjaan penimbunan badan jalan tol tersebut,” Termasuk tanaman bunga yang masyarakat tanam untuk penghiasan rumah/ lingkungan juga terkerumun debu. ujarnya
“Kemudian kejadian hal tersebut kami minta kepada pihak Pelaksanaan Kegiatan melalui Pimpinan PT. Hutama Karya (Persero) pembangunan jalan tol untuk serius memikirkan kondisi kenyamanan bagi Masyarakat, Setidaknya ada konpensasi dari pihak pengusaha/ Pemerintah untuk sudikiranya diupayakan pemberian untuk masyarakat terdampak debu beterbangan sekira Radius 500 meter,” tegasnya




