Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati pada kesempatan ini saya akan memaparkan pembelaan saya yang didasarkan atas fakta persidangan, bukti dan rentetan peristiwa sehingga perkara ini dapat diputus dengan adil-adilnya tanpa menzolimi saya selaku terdakwa.
Majelis Hakim yang mulia, selain tuduhan-tuduhan dalam Surat Dakwaan yang tidak terbukti di atas, tiba-tiba dalam Surat Tuntutan saya mendapat tuduhan baru, yakni menerima uang sebesar Rp. 300 Juta, pada bulan Maret 2021 dari Herman Mayori melalui Badruzaman yang merupakan setoran fee dari Suhandy, tuduhan yang baru saya dengar minggu lalu ketika Penuntut Umum membacakan Surat Dakwaan.
Tuduhan tersebut sangat membingungkan saya karena selain tidak pernah didakwakan sebelumnya, Penuntut Umum juga tidak jelas menguraikan kapan dan dimana saya menerima uang haram tersebut.
“Bahkan Badruzaman yang dikatakan oleh Penuntut Umum menyerahkan uang tersebut secara langsung, telah menerangkan bahwa dirinya tidak pernah menyerahkan uang secara langsung kepada saya.Bahkan dari berbagai penggeledahan di berbagai tempat, uang sebesar Rp. 300 juta tersebut pun tidak pernah dan dihadirkan dalam persidangan ini, lalu apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi tuduhan yang tidak benar dan tidak jelas tersebut Yang Mulia,” ujarnya




