“Kalaupun ada oknum masyarakat yang ingin mempertanyakan ataupun melayangkan tuduhan, seharusnya ditujukan kepada pengelola PAUD bukan kepada saya,” ujarnya.
Apalagi, sambung Ika, di “surat kaleng” itu disebut bahwa akan mempertanyakan masalah itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ogan Ilir (OI).
“Namun, setelah saya konfirmasi ke Disdikbud OI beberapa waktu lalu ternyata tidak ada oknum warga desa saya yang mempertanyakan masalah itu,” bebernya.
Sehingga, lanjut Ika, kuat dugaan bahwa hoax tersebut sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baiknya. Serta memecah konsentrasinya terutama jelang Pilkades serentak Oktober mendatang.
“Saya berani bersumpah, saya tidak terlibat apalagi melakukan korupsi dana BOP PAUD. Namun, kalau hoax ini tidak diklarifikasi pastinya membuat nama saya rusak, apalagi ini tahun politik. Masalah seperti ini memang kerap muncul menyerang kepala desa incumbent,” tutur Ika.
Untuk itu, ditegaskan Ika, jelang akhir masa jabatan sebagai kepala desa dan Pilkades serentak Oktober mendatang, dirinya akan fokus menyelesaikan tugas melayani masyarakat serta melaksanakan pembangunan di desa.




