“Insyaallah kami mampu menuntaskan hutang ini sebelum mengakhiri masa jabatan. Kami ingin mengakhiri masa jabatan ini tanpa hutang,” kata Zainal Arifin.
Zainal menjelaskan, terjadi defisit anggaran hingga menimbulkan hutang ini tidak terlepas dari kondisi pandemi COVID-19. Di mana, anggaran 2021 yang disahkan pada 2020 harus dirubah kembali beberapa program yang sudah ada, sehingga tidak dapat disesuaikan.
Kemudian, lanjut Zainal, pada 2021 lalu juga tidak dilakukan pembahasan perubahan anggaran, sehingga programnya pun tidak bisa disesuaikan dengan belanja yang tersedia.
“APBK 2021 tidak ada perubahan. Kalau itu bisa dilakukan maka tidak ada hutang ini karena kita bisa menyesuaikan program,” ujarnya.
Zainal menambahkan, pihaknya sudah mengurangi beberapa program pada 2022 ini, dan dana tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan hutang yang ada secara keseluruhannya.
“Insyaallah dengan pengurangan program tahun 2022 ini beban hutang 2021 dapat kita bayarkan,” tutur Zainal Arifin. (Pewarta : Hendra)




