Waktu itu ketika dicek hanya ada 14 warga yang berobat atas keluhan gatal-gatal. Sedangkan yang berobat gatal-gatal justru lebih banyak warga diluar Desa Lingkis,” terang Aris.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan (DLHK) OKI, Aris Panani saat menyampaikan hasil uji laboratorium sampel air sungai Desa Lingkis, Rabu (25/5/2022) sore.
Dikatakan penyebab utama gejala gatal-gatal dikarenakan terdeteksi adanya bakteri prolis atau bakteri gatal yang berasal dari kotoran ternak seperti sapi, kerbau dan dapat membahayakan kesehatan manusia.
“Jadi air sungai memang tidak layak dikonsumsi dan hanya boleh untuk mandi dan cuci pakaian. karena memang banyak hewan ternak disana,” ungkapnya masyarakat yang gatal-gatal tidak mungkin berasal dari limbah perusahaan.
Dilokasi yang sama, Kepala Desa Lingkis, Sopianto menyebutkan bahwa dirinya telah mengetahui hasilnya, meskipun hasil uji laboratorium baru dikeluarkan pada Selasa (24/5/2022) kemarin.
Sebenarnya saya sudah lebih dulu mendapatkan dan mengetahui hasilnya. Benar saja hasilnya sama seperti yang baru saja disampaikan,” beber Kades.




