Dijelaskan Teuku, Kehadiran QRIS pada dasarnya untuk membuat transaksi dengan istilahnya cemumu ah (cepat mudah, murah, aman handal) dengan QRIS ini bapak ibu sekalian bisa cukup membawa HP sudah bisa transaksi di mana saja.
Strategi tersebut didasarkan pada tingkat akseptasi masyarakat terhadap pembayaran digital. Identifikasi tingkat akseptasi masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu terhadap pembayaran digital telah dilaksanakan melalui penelitian bersama dengan akademisi universitas labuhanbatu.
Tujuan penelitian tersebut ucap Teuku, untuk mengukur tingkat pemahaman atau akseptasi QRIS , tetapi juga ingin mengungkap sejauh mana implementasi QRIS diukur sebuah indeks terhadap indikator yang sudah ditentukan penelitian yakni harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, kondisi fasilitas tingkat kecemasan internet dan kebiasaan berpengaruh pada minat perilaku dan perilaku pengguna QRIS di Kabupaten labuhan batu Raya,Dengan harapan program ini bisa berkembang di Tutup Teuku.
Acara yang diikuti pimpinan perbankan Kabupaten Labuhanbatu, Perwakilan Kepala OPD Kabupaten Labuhanbatu Raya, tim peneliti Universitas Labuhanbatu dan petinggi Bank Indonesia cabang Pematang Siantar tersebut diisi dengan penyampaian hasil penelitian diseminasi oleh UIKSPPUR- KPw cabang Pematang Siantar Ajhar, dan di akhiri dengan diskusi dan tanya jawab oleh Tim Peneliti Universitas (Rahmat)




