Pihaknya juga mengapresiasi seminar SARA ini semua agama dan suku hampir ada di Kabupaten OKI ini, sehingga dalam hal SARA ini perlu dilakukan pembinaan bagi masyarakat banyak, apabila kerukunan hubungan yang tidak harmonis bisa menghancurkan negara ini.
“Saya sangat mengharapkan agar menghindari pertikaian antar suku dan agama, kita harus menerima semua golongan atau pun orang pendatang dari luar Kabupaten OKI sehingga tercipta hubungan yang harmonis antar sesama,” jelas dia.
Menurutnya cara melakukan hubungan yang harmonis pertama mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa, harus harmonis sesama keanggotaan masing-masing, hindari perdebatan dalam bentuk apa pun.
Ditempat yang sama, Narasumber, Vegitya Ramadhani Putri merasa terhormat untuk memberikan arahan kepada masyarakat Paguyuban Wong Lugu. “Dalam tema saat ini saya merasa sangat berat tentang konflik SARA, yg sangan penting adakah oerbedaan kepentingan,” paparnya.
Permasalahan utama biasanya konflik individual, mekuar lagi ke kelompok, dan meluas lagi menjadi konflik antar warga, meluas lagi konflik antar suku, etnis dan agama.




