Awal mula kejadian saat korban berada di kamar/bilik sendirian, pelaku masuk melalui jendela dan terjadilah perbuatan cabul atau persetubuhan oleh pelaku terhadap korban.
Pelaku juga pernah melakukan pemerkosaan terhadap korban di dalam kamar mandi komplek santriwati. Awalnya korban ijin dari jam belajar hendak buang air kecil, namun pelaku mengikutinya kemudian menarik tangan korban untuk masuk kedalam kamar mandi tersebut dan pemerkosaan terhadap korban kembali terjadi.
Orang tua korban yang tidak terima apa yang dilakukan oleh pelaku kepada putrinya, pada Selasa, (23/11/2021) ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Aceh Timur.
Setelah mengambil keterangan dari ahli Visum Et Repertum dan ahli Psikologi Forensik termasuk kuasa hukum pelaku, serta rangkaian gelar perkara, selanjutnya pada hari Jumat, (08/04/2022) pelaku dilakukan penahanan.
“Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan hukuman penjara paling singkat 150 bulan dan paling lama 200 bulan dan atau pasa 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman penjara paling lama 90 bulan.” Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K.
(Wartawan Wiwin Hendra)




